Pulau Lae-lae itu..
……Mengapa dinamakan Lae-Lae, ada ceritanya. Niya’-niya’ bedeng. Rupamayyaji angkana. Teya’ nakke balle-balle. Riyolo-mariyolona. Niya’ biseang reppe’. A’lurang rassi Cina. Ta’rampe ri gusunga. Assitenta iba’leanna. Ujung napattimboiya. Romang-romang pandang bauka. Nasangga ricumo Cinayya. Akkiyo’-kiyo’ lae, lae. Batuanna maeko, maeko. Apaji’ naniyaremmo. Anjo gusunga Lae-Lae. Kammatodong niarentommo. Anjo ujunga ujung pandang. (Tersebutlah konon. Kata sahibul hikayat. Terdahulu dari yang dahulu. Ada perahu pecah. Penuh penumpang Cina. Terdampar di karang berpasir. Bertentang berseberangan. Tanjung tempat bertumbuhnya. Semak-semak pohon pandan. Maka ributlah penumpang Cina. Memanggil-manggil lae, lae. Artinya ke mari, ke mari. Maka dinamakanlah. Karang berpasir itu Lae-Lae. Begitu pula dinamakan. Tanjung itu Ujung Pandang).
Pulau Lae-Lae ikut terekam dalam sastra bahasa Makassar. Orang-orang Makassar yang pelaut (dahulu, sekarang tidak lagi) yang biasa malang melintang melayari samudra Nusantara, bahkan sampai di pesisir timur Madagaskar (juga dahulu kala), jika ingin mencemooh orang yang belum pernah meninggalkan tanah Mangkasara’ diejek dengan ucapan: “Pu’re’ kau, Lae-Lae tannurapi’” (kau ini apa, Lae-Laepun engkau tidak capai). Ada sebuah kelong (syair) Makassar yang menyangkut 4 buah pulau kecil yang tersebar di depan pelabuhan Makassar, bunyinya demikian:
Barrang Lompo, Barrang Ca’di,
Gusung Tallang, Lae-Lae,
Kupammoliki,
Simpung sikamma sallona.
Barrang Lompo, Barrang Ca’di,
Gusung Tallang, Lae-Lae,
Di sana kupendam,
Nostalgia selama ini.
[..potongan tulisan ini dicopy dari sini http://waii-hmna.blogspot.com/1999/01/356-makassar-la-nina-lae-lae.html..]
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
